| Blog sebagai Pencatatan Portofolio (4) |
| Sharing | |
| Written by Andini Rizky | |
|
Topiknya asyik, Mbak Maria, saya ikutan ah. Semoga nggak ada yang berpikir blog saya adalah satu-satunya contoh kegiatan HS. Saya malah senang tuh kalau ada kawan yang bilang, "Setelah lihat blog kamu, kayaknya aku juga bisa deh homeschooling." Daripada dibilangin,"Homeschooling kok ribet/mahal/susah amat sih, nggak jadi ah..." Senang juga ketika ada kawan bilang,"Ternyata aku juga sudah homeschooling ya." Tepatnya afterschooling atau part-time homeschooling, tetapi gak pa-pa lah, mungkin setelah dia menyadari dengan usaha minimal di rumah hasilnya maksimal, daripada di sekolah, instruksi maksimal dengan hasil minimal, jadi tertarik homeschooling beneran. Minimal jadi lebih menerima, oh homeschooling efektif efisien kok, masuk akal kok, pantesan Andini homeschooling. Kalau ketemu Andini, aku gak bakal nyaranin dia masukin anaknya ke sekolah deh. Metode homeschooling juga macem-macem kan ya. Hastakarya, menggambar, mewarnai, field trip, bermain bebas, semuanya kegiatan yang edukasional dan baik untuk perkembangan kanak-kanak. Rasanya kok akhir-akhir ini sering saya baca laporan penelitian yang bilang, supaya jadi pinter secara akademis anak-anak harus dibiarkan bermain bebas tanpa struktur. Pernah baca juga laporan yang bilang instruksi belajar baca tulis sebaiknya ditunda setelah usia delapan. Ngomong-ngomong kalau baca blog para unschooler di AS malah dibiarin aja nggak diajarin baca, anak-anak mereka bisa baca sendiri pada usia 12, dan nyatanya ya pada lulus sarjana juga tuh. (Terus terang kagum, tapi nggak berani melakukan seperti itu.) Baca diskusi milis unschooling sana, mereka anti sekali dengan upaya atau pun kerangka berpikir "mengajari", mereka juga nggak memisahkan akademis dan nonakademis. Bagi unschooler, matematika dan sastra dipelajari dari pengalaman sehari-hari, tanpa kurikulum. Kalau ada yang berani menyarankan teknik-teknik berbau metode school-at-home di milis unschooling, bisa dimarah-marahin, panjang banget dibahasnya sampai berpuluh-puluh e-mail. Anyway, isi blog kegiatan homeschooling ya tergantung sama kepribadian yang punya. Kegiatan di blog saya nyantai, nggak terstruktur, mudah ditiru (mudah-mudahan), dengan harapan bisa langgeng dan nggak cepet kehabisan napas menjalankannya. Barangkali kurang keren. Biarin, yang penting saya yakin anak saya jadi pinter berkat homeschooling. Andini Rizky |
|
| < Prev | Next > |
|---|